Setiap kita diciptakan
berpasang-pasangan oleh Allah SWT. Kita saja yang tidak tahu entah
dimana sang bidadari atau pangeran itu berada. Karena memang itu adalah
rahasia Ilahi. Namun ketika kita berkeinginan untuk menikah, maka jangan
terlalu idealis dalam memilih calon pendamping kita. Memang sebagai
manusia kita pasti menginginkan seorang pendamping yang sempurna (dalam
segala hal; fisik, materi, keluarga, diennya) baik di mata kita bahkan
di mata orang lain (ya… di mata Allah sudah pasti.
Tapi…. Perlu kita yakini, Allah
menciptakan laki-laki dan permpuan itu dengan segala kelebihan dan juga
kelemahannya. Maka pilihlah yang baik agama & akhlaknya. Insya
Allah, engkau akan memperoleh kebaikan di dunia & di akhirat. Yakin
bahwa Allah akan memberi pendamping hidup yang tepat bagi kita &
pada waktu yang tepat pula. Insya Allah.
Jangan pernah mencari seorang pendamping yang ideal, tapi carilah pendamping yang tepat untuk kita. Carilah
yang tepat dengan kepribadian kita, dengan akhlak kita, dengan agama
kita. Karena pada kenyataannya tidak semua orang pintar itu membutuhkan
pasangan yang pintar pula. Tidak semua perempuan yang cantik itu
mengidamkan laki-laki yang gagah alias tampan dan begitu juga
sebaliknya.
Dalam
keseharian kita sering berdo’a, untuk meminta pasangan yang baik,
sholeh/sholehah, pintar, cerdas, kaya (hati dan harta), cantik/tampan
dan sebagainya namun kita sering lupa untuk mendo’akan agar si dia (sang
Pangeran atau sang Bidadari) itu tetap kokoh, tetap istiqomah dalam
beragama, mencari dan mencintai kebaikan dan menjauhkan diri dari segala
maksiat. inilah yang sering kita abaikan. Kita harus tetap
mendo’akannya, walau kita tidak tahu entah dimana “DIA” berada, siapa
orangnya, dan kapan “DIA” akan dipertemukan dengan kita. Makanya,
perbanyaklah berdo’a. Amien.
Oleh karena itu, “Janganlah pernah
engkau mencari pasangan yang sholeh/sholehah, tapi BERUSAHALAH untuk
menjadi PRIBADI yang sholeh/sholehah dan menjadi pribadi yang MEMANG
PANTAS untuk mendapatkan yang sholeh/sholehah. Amien ya Rab….. Kenapa?
Karena seorang perempuan yang Sholehah hanya untuk laki-laki yang sholeh
dan sebaliknya.
Kemudian, setelah mendapatkannya,
ingatlah wahai para istri, tetaplah menjadi istri yang sholehah, dengan
patuh dan taat kepada suami anda. bukankah Rasulullah SAW bersabda:
Sukakah kamu aku ceritakan bakal istrimu di surga ? Para sahabat
menjawab: “Tentulah kami suka wahai Baginda.” Maka Rasulullah SAW
bersabda, ” Yaitu setiap istri yang kasih sayang dan banyak anak, dan
apabila ia diganggu oleh suaminya lalu ia menyerahkan dirinya dan
berkata, “Inilah tanganku terserah kepadamu, aku tidak ada dapat tidur
hingga engkau rela kepadaku.” (HR. Thabrani).
Juga dalam hadits lain beliau katakan,
dari Abu Hurairah ra, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :
Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud maka aku
akan memerintahkan seorang perempuan ( istri ) untuk bersujud kepada
suaminya ( Ibnu Majah, hasan shahih 1853 ).
Seorang
istri wajib taat dan patuh kepada suaminya apabila suaminya
memerintahkan segala sesuatu yang baik tanpa syarat apa pun. Namun
apabila suami memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan tuntunan Al
Qur’an dan Hadits maka istri tidak wajib mentaatinya bahkan wajib
mengingatkan dan menolaknya dengan cara-cara yang ma’ruf.
Hal ini berawal ketika seorang suami
sedang berbicara kepada istrinya maka istri harus mendengarkannya dengan
penuh perhatian dan tidak memotong pembicaraan suami. Ketika istri
hendak menyampaikan pendapat tentang berbagai hal, maka hendaknya istri
memilih ucapan yang baik dengan tutur kata yang indah dan lembut serta
sedapat mungkin menghindari pembicaraan yang tidak disukai oleh suami.
Sikap inilah yang Insya Allah akan membuat suami merasa nyaman dan
senang dan mengarahkan suami betah dan bahagia berada di rumahnya.
Akhirnya bisa membuat terhindarnya suami dari hal – hal yang tidak
diinginkan yang mungkin akan terjadi di luar rumah.
Banyak sekali saat ini istri yang
mempunyai latar belakang pendidikan lebih tinggi dibandingkan dengan
suaminya. Sehingga istri lebih banyak tahu bebagai hal dibandingkan
dengan suaminya. Walaupun demikian ketika istri terlibat sebuah
pembicaraan dengan suaminya maka sikap istri tidak boleh mendominasi
karena pengetahuannya yang dimilikinya tersebut. Dengarkanlah apa yang
disampaikan suami. Pahami tiap kalimat demi kalimat dan maksudnya.
Mintalah izin untuk menyampaikan pendapat. Sampaikan pendapat dengan
memilih kata – kata yang lembut dan indah yang disukai suami. Sebuah
interaksi dialog yang indah akan terjadi antara suami dan
istri…..Subhanallah….
Janganlah engkau banyak berargumen
apalagi alasan – alasan yang dibuat – buat apabila suami sudah jelas
memerintahkan hal – hal yang baik. Sesuai dengan tuntunan syariat.
Segeralah untuk menunaikannya. Suami akan senang hatinya. Dan suami akan
ridha terhadap istrinya. Inilah yang kelak akan menghantarkan seorang
istri untuk mendapatkan syurga Allah SWT dengan kebahagiaan abadi
sebagai imbalannya. Karena Rasulullah SAW bersabda : Setiap istri yang
meninggal dunia dan suaminya meridhainya maka ia pasti akan masuk
Sorga”. ( HR. At-Tirmidz, iHasan dalam Kitab Riyadus Shaalihiin).
Semoga kita yang masih lajang segera
dipertemukan Allah dengan pasangan kita. Dan yang sudah dipertemukan
dengan pasangannya semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa
rahmah, menjadi keluarga dakwah; yang tidak hanya mensholehkan diri dan
keluarga tapi juga berusaha menjadikan orang lain dan keluarga mereka
menjadi sholeh pula dan menjadi pendukung dakwah Rasulullah. Amin……
Terimakasih buat seorang Bidadari yang telah memberiku pencerahan, motivasi dan semangat untuk menggapai ridha-Nya……


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
saran dan kritik