“Katakanlah:
Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk
Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah
yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama
menyerahkan diri (kepada Allah)".
(Al-An’am: 162-163)
A. Diantara anggapan-anggapan yang salah dalam pengertian hidup ialah:
1. Hidup ialah kehendak manusia.
Akibatnya akan berbuat seenaknya; merasa tidak ada yang menguasainya. Padahal seseorang tidak mampu mengendalikan dirinya-sendiri, dan tidak ia terjadi dengan sendirinya. Manusia ada atas kehendak Allah SWT.
Akibatnya akan berbuat seenaknya; merasa tidak ada yang menguasainya. Padahal seseorang tidak mampu mengendalikan dirinya-sendiri, dan tidak ia terjadi dengan sendirinya. Manusia ada atas kehendak Allah SWT.
2. Hidup hanyalah sekali.
Memang, sekali di dunia tapi, sebenarnya mengalami empat kali kehidupan:
Memang, sekali di dunia tapi, sebenarnya mengalami empat kali kehidupan:
- Di alam kandungan, dalam kekuasaan Allah hidup dan bergerak, tapi belum sempurna tubuhnya.
- Di alam dunia, seperti yang kita alami sekarang, Jasmani dan rohaninya hidup.
- Di alam kubur, badan hancur, tetapi tetap merasakan suka dan duka.
- Di alam akhirat, kembali untuk selama-lamanya. Tetapi banyak orang yang tidak percaya. Padahal bagi Allah, tidak ada sesuatu yang sulit.
3. Hidup adalah menuruti kemauan dirinya, yaitu:
- Hawa nafsu yang mendambakan kebebasan, keenakan, jalan pintas, kedamaian, maksiat dan sebagainya.
- Mestinya dengan nafsunya untuk menuruti kehendak Sang Pencipta, bukan kehendak dirinya
4. Hidup hanya untuk hidup:
- Yang penting bisa hidup, sambil menunggu berakhirnya kehidupan.
- Berusaha mati-matian supaya bisa bertahan hidup, padahal hidup ini bukan tujuan, tetapi hanya sarana untuk mencapai tujuan hidup.
5. Hidup bagaikan binatang:
- Wong urip mung koyo urip-uripan.
- Tidak usah beragama, tidak usah beramal, tidak usah mengenal nilai. Tapi hanya mengikuti nafsunya. Jadi filsafat hidupnya hanyalah filsafat kambing.
- Bahkan tidak ada usaha untuk berilmu, beramal, tambah maju, atau mulia “Life without moral is like animal”.
6. Hidup hanya untuk bekerja atau cari untung.
- “Tidak usah sulit-sulit yang penting dapat duwit,” Setelah mati hanyalah jadi debu.
- Hidup yang praktis, dan realistis sesuai dengan apa yang dilihat. Tanpa berpikir bahwa kejadian manusia meliputi dua unsur: Jasmani dan rohani. “Mati bukan selesai, tapi permualan hidup abadi.”
B. Tujuan hidup dan mati seorang muslim, hanya untuk Allah SWT, untuk keridloan Allah dan untuk beribadah kepadanya.
