imam opeck

widget

Rabu, 27 Maret 2013

Hidup Yang Berarti

Penilaian User: / 4
TerburukTerbaik 
 “Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
(Al-An’am: 162-163)


A. Diantara anggapan-anggapan yang salah dalam pengertian hidup ialah:
1. Hidup ialah kehendak manusia. 
 Akibatnya akan berbuat seenaknya; merasa tidak ada yang menguasainya.  Padahal seseorang tidak mampu mengendalikan dirinya-sendiri, dan tidak ia terjadi dengan sendirinya.  Manusia ada atas kehendak Allah SWT.
2. Hidup hanyalah sekali.  
 Memang, sekali di dunia tapi, sebenarnya mengalami empat kali kehidupan:

  • Di alam kandungan, dalam kekuasaan Allah hidup dan bergerak, tapi belum sempurna tubuhnya.
  • Di alam dunia, seperti yang kita alami sekarang, Jasmani dan rohaninya hidup.
  • Di alam kubur, badan hancur, tetapi tetap merasakan suka dan duka.
  • Di alam akhirat, kembali untuk selama-lamanya.  Tetapi banyak orang yang tidak percaya.  Padahal bagi Allah, tidak ada sesuatu yang sulit.
3. Hidup adalah menuruti kemauan dirinya, yaitu:
  • Hawa nafsu yang mendambakan kebebasan, keenakan, jalan pintas, kedamaian, maksiat dan sebagainya.
  • Mestinya dengan nafsunya untuk menuruti kehendak Sang Pencipta, bukan kehendak dirinya

4. Hidup hanya untuk hidup:
  • Yang penting bisa hidup, sambil menunggu berakhirnya kehidupan.
  • Berusaha mati-matian supaya bisa bertahan hidup, padahal hidup ini bukan tujuan, tetapi hanya sarana untuk mencapai tujuan hidup.

5.  Hidup bagaikan binatang:
  • Wong urip mung koyo urip-uripan.
  • Tidak usah beragama, tidak usah beramal, tidak usah mengenal nilai.  Tapi hanya mengikuti nafsunya.  Jadi filsafat hidupnya hanyalah filsafat kambing.
  • Bahkan tidak ada usaha untuk berilmu, beramal, tambah maju, atau mulia “Life without moral is like animal”.

6. Hidup hanya untuk bekerja atau cari untung.
  • “Tidak usah sulit-sulit yang penting dapat duwit,” Setelah mati hanyalah jadi debu.
  • Hidup yang praktis, dan realistis  sesuai dengan apa yang dilihat.  Tanpa berpikir bahwa kejadian manusia meliputi dua unsur: Jasmani dan rohani. “Mati bukan selesai, tapi permualan hidup abadi.”

B. Tujuan hidup dan mati seorang muslim, hanya untuk Allah SWT, untuk keridloan Allah   dan untuk beribadah kepadanya.